Lapas

Pastoral Konseling IAKN Ambon Perkuat Kesehatan Mental Anak Binaan LPKA Kelas II Ambon

Ambon, 20 Mei 2025 – Program Studi Pastoral Konseling FISK Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan dan pendampingan psikososial melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan konseling di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon. Kegiatan ini mengusung tema “Pendampingan Kesehatan Mental Berbasis Pastoral Counseling dan Terapi Behavior bagi Anak Binaan” dan berlangsung selama empat hari.

Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari implementasi kurikulum Program Studi Pastoral Konseling IAKN Ambon, yang mengintegrasikan pembelajaran kelas dengan praktik lapangan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori konseling, tetapi juga secara langsung mempraktikkannya dalam konteks nyata, khususnya dalam pendampingan kesehatan mental anak binaan.

Ketua Program Studi Pastoral Konseling IAKN Ambon, Dr. Genoveva Leasiwal, M.Si., menjelaskan bahwa program ini memiliki dua fokus utama: penguatan kompetensi mahasiswa dan pemulihan mental anak-anak binaan LPKA.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu anak-anak binaan agar mampu menerima diri mereka, membangun relasi positif dengan orang lain, memiliki tujuan hidup yang jelas, dan bertumbuh secara pribadi, baik secara mental maupun spiritual,” jelas Genoveva.

Sebanyak 28 anak binaan terlibat aktif dalam sesi-sesi pastoral counseling dan terapi perilaku (behavior therapy). Dalam proses pendampingan, mahasiswa dilatih untuk menghadirkan konseling yang empatik, berlandaskan nilai-nilai kekristenan, dan peka terhadap pergumulan psikologis maupun sosial anak-anak yang sedang menjalani pembinaan.

Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi lintas disiplin di lingkungan IAKN Ambon. Mahasiswa dan dosen dari Fakultas Seni Keagamaan Kristen turut ambil bagian melalui pelatihan musik, khususnya permainan Totobuang dan Ukulele. Musik digunakan sebagai bagian dari terapi ekspresif untuk membantu anak-anak menyalurkan emosi, membangun rasa percaya diri, dan menciptakan suasana yang lebih hangat dan suportif selama proses pendampingan.

Pihak LPKA Kelas II Ambon menyambut positif program ini dan menyatakan harapan agar kerja sama dengan IAKN Ambon dapat terus berlanjut, terutama dalam rangka pembinaan holistik yang menyentuh aspek mental, spiritual, dan sosial anak binaan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pastoral Konseling IAKN Ambon menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan layanan kesehatan mental berbasis pastoral counseling di Maluku. Sekaligus, program ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi keagamaan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat—membangun harapan baru bagi generasi muda yang sedang dipulihkan.

Facebook
Twitter
LinkedIn